kbli untuk yayasan

KBLI untuk Yayasan : Panduan Lengkap dan Manfaatnya

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang Pentingnya KBLI untuk Yayasan

Di era modern, yayasan tidak hanya bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi dan bisnis. Hal ini tentunya membutuhkan legalitas dan pengakuan resmi dari pemerintah. Salah satu syarat penting untuk mendapatkan legalitas tersebut adalah dengan memiliki Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

KBLI merupakan kode yang digunakan untuk mengklasifikasikan jenis usaha di Indonesia. Setiap jenis usaha memiliki kode KBLI yang berbeda-beda. KBLI memiliki peran penting bagi yayasan, antara lain:

  • Memenuhi kewajiban legalitas usaha: Yayasan yang memiliki KBLI akan diakui sebagai badan usaha yang sah dan legal oleh pemerintah. Hal ini penting untuk mendapatkan berbagai izin dan fasilitas dari pemerintah, seperti izin usaha, izin mendirikan bangunan (IMB), dan akses ke program-program pemerintah.
  • Mempermudah pelaporan pajak: Yayasan yang memiliki KBLI wajib melaporkan pajaknya kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. KBLI digunakan untuk menentukan jenis pajak yang harus dibayarkan oleh yayasan.
  • Meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme yayasan: Memiliki KBLI menunjukkan bahwa yayasan dikelola dengan baik dan profesional. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap yayasan dan menarik lebih banyak donatur dan mitra.

B. Pengertian KBLI dan Relevansinya bagi Yayasan

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah sistem penggolongan lapangan usaha yang digunakan di Indonesia. KBLI disusun dan diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan standar internasional dan nasional.

KBLI terdiri dari 9 digit kode yang dikelompokkan menjadi 5 tingkatan, yaitu:

  • Tingkat 1: Dibagi menjadi 17 bagian besar
  • Tingkat 2: Dibagi menjadi 97 sub-bagian besar
  • Tingkat 3: Dibagi menjadi 326 kelompok
  • Tingkat 4: Dibagi menjadi 1.751 sub-kelompok
  • Tingkat 5: Dibagi menjadi 4.448 jenis usaha

Setiap jenis usaha memiliki kode KBLI yang unik. KBLI yayasan umumnya termasuk dalam bagian “Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan” (kode 85). Namun, ada beberapa jenis yayasan yang mungkin memiliki KBLI di luar bagian tersebut, tergantung pada fokus kegiatannya.

C. Tujuan Artikel Ini

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lengkap dan mudah dipahami tentang KBLI bagi yayasan. Artikel ini akan membahas beberapa hal penting, seperti:

  • Pengertian KBLI dan relevansinya bagi yayasan
  • Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih KBLI
  • Contoh kode KBLI yang umum digunakan yayasan
  • Langkah-langkah untuk menentukan KBLI yang tepat
  • Manfaat penggunaan KBLI bagi yayasan
  • Proses pendaftaran KBLI untuk yayasan
  • Tips dan saran untuk kelancaran proses pendaftaran

Dengan memahami informasi dalam artikel ini, yayasan diharapkan dapat memilih KBLI yang tepat dan memanfaatkannya untuk meningkatkan legalitas, kredibilitas, dan profesionalisme yayasan.

II. Memahami KBLI untuk Yayasan

A. Definisi KBLI dan Fungsinya dalam Klasifikasi Usaha

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah sistem penggolongan lapangan usaha yang digunakan di Indonesia untuk mengklasifikasikan jenis usaha berdasarkan kegiatan ekonomi yang menghasilkan produk atau jasa, baik berupa barang maupun jasa, berdasarkan lapangan usaha. KBLI berperan sebagai:

  • Standar Nasional: KBLI menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam mengklasifikasikan jenis usahanya.
  • Alat Pembinaan dan Pengawasan: KBLI digunakan oleh pemerintah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan usaha.
  • Dasar Penyusunan Statistik: KBLI digunakan sebagai dasar dalam penyusunan statistik ekonomi nasional.

B. Struktur dan Sistematika Kode KBLI

Kode KBLI terdiri dari 9 digit yang dikelompokkan menjadi 5 tingkatan, yaitu:

  • Tingkat 1: Dibagi menjadi 17 bagian besar, seperti Pertanian, Pertambangan, Industri Pengolahan, dan lain-lain.
  • Tingkat 2: Dibagi menjadi 97 sub-bagian besar, seperti Tanaman Pangan, Pertambangan Minyak Mentah, Industri Tekstil, dan lain-lain.
  • Tingkat 3: Dibagi menjadi 326 kelompok, seperti Budidaya Padi, Penambangan Minyak Mentah Bumi, Industri Pakaian Jaring, dan lain-lain.
  • Tingkat 4: Dibagi menjadi 1.751 sub-kelompok, seperti Budidaya Padi Sawah, Penambangan Minyak Mentah Bumi Lepas Pantai, Industri Pakaian Jaring Rajut, dan lain-lain.
  • Tingkat 5: Dibagi menjadi 4.448 jenis usaha, seperti Budidaya Padi Sawah Irigasi, Penambangan Minyak Mentah Bumi Lepas Pantai dengan Platform Tetap, Industri Pakaian Jaring Rajut untuk Pakaian Wanita, dan lain-lain.

Setiap jenis usaha memiliki kode KBLI yang unik dan spesifik. Sebagai contoh, kode KBLI 960301 adalah “Kegiatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang Sosial dan Kemasyarakatan”.

C. Pentingnya Memilih Kode KBLI yang Tepat untuk Yayasan

Memilih kode KBLI yang tepat untuk yayasan sangatlah penting karena beberapa alasan berikut:

  • Memenuhi Kewajiban Legalitas: Yayasan yang memiliki KBLI yang tepat akan diakui sebagai badan usaha yang sah dan legal oleh pemerintah. Hal ini penting untuk mendapatkan berbagai izin dan fasilitas dari pemerintah.
  • Pelaporan Pajak yang Tepat: KBLI digunakan untuk menentukan jenis pajak yang harus dibayarkan oleh yayasan. Dengan memilih KBLI yang tepat, yayasan dapat memastikan bahwa mereka memenuhi kewajiban perpajakannya dengan benar.
  • Meningkatkan Kredibilitas dan Profesionalisme: Memiliki KBLI yang tepat menunjukkan bahwa yayasan dikelola dengan baik dan profesional. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap yayasan dan menarik lebih banyak donatur dan mitra.

Oleh karena itu, yayasan perlu memahami dengan baik struktur dan sistematika kode KBLI serta memilih kode yang paling sesuai dengan kegiatan dan fokus yayasan.

III. Menentukan KBLI yang Tepat untuk Yayasan

Memilih KBLI yang tepat untuk yayasan adalah langkah penting untuk memastikan legalitas, kredibilitas, dan profesionalisme yayasan. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih KBLI:

1. Fokus Kegiatan Yayasan:

Hal utama yang perlu dipertimbangkan adalah fokus kegiatan yayasan. Yayasan harus memilih KBLI yang sesuai dengan kegiatan utama dan fokus yayasan. Sebagai contoh, yayasan yang fokus pada pendidikan anak dapat memilih KBLI 85201 “Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini”.

2. Struktur Organisasi Yayasan:

Struktur organisasi yayasan juga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih KBLI. Yayasan dengan struktur organisasi yang kompleks mungkin memiliki beberapa kegiatan yang berbeda. Dalam hal ini, yayasan dapat memilih beberapa kode KBLI yang sesuai dengan kegiatannya.

3. Lokasi Operasional Yayasan:

Lokasi operasional yayasan juga dapat memengaruhi pilihan KBLI. KBLI tertentu mungkin hanya berlaku di wilayah tertentu. Oleh karena itu, yayasan perlu memilih KBLI yang sesuai dengan wilayah operasinya.

4. Rencana Pengembangan Yayasan:

Yayasan juga perlu mempertimbangkan rencana pengembangannya dalam memilih KBLI. KBLI yang dipilih harus dapat mengakomodasi rencana pengembangan yayasan di masa depan.

Contoh Kode KBLI yang Umum Digunakan Yayasan:

Berikut beberapa contoh kode KBLI yang umum digunakan yayasan:

  • 85201: Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini
  • 85301: Kegiatan Pendidikan Dasar
  • 85401: Kegiatan Pendidikan Menengah
  • 85501: Kegiatan Pendidikan Tinggi
  • 85601: Kegiatan Pendidikan Keterampilan dan Kursus
  • 85901: Kegiatan Pendidikan Lainnya
  • 86101: Kegiatan Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan
  • 86201: Kegiatan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Lainnya
  • 87101: Kegiatan Panti Asuhan
  • 87201: Kegiatan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak
  • 87301: Kegiatan Rehabilitasi Sosial
  • 87901: Kegiatan Kesejahteraan Sosial Lainnya

Langkah-langkah Menentukan KBLI yang Tepat:

Berikut langkah-langkah untuk menentukan KBLI yang tepat untuk yayasan:

  1. Identifikasi fokus kegiatan yayasan.
  2. Pelajari struktur organisasi yayasan.
  3. Tentukan lokasi operasional yayasan.
  4. Pertimbangkan rencana pengembangan yayasan.
  5. Cari informasi tentang kode KBLI di internet atau melalui sumber terpercaya lainnya.
  6. Pilih kode KBLI yang paling sesuai dengan fokus kegiatan, struktur organisasi, lokasi operasional, dan rencana pengembangan yayasan.
  7. Konsultasikan dengan profesional jika diperlukan.

Tips:

  • Gunakan kata kunci yang relevan saat mencari informasi tentang kode KBLI di internet.
  • Perhatikan bahwa beberapa kode KBLI mungkin memiliki persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh yayasan.
  • Jika yayasan memiliki beberapa kegiatan yang berbeda, yayasan dapat memilih beberapa kode KBLI yang sesuai dengan kegiatannya.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan memperhatikan tips yang diberikan, yayasan dapat memilih KBLI yang tepat dan memastikan legalitas, kredibilitas, dan profesionalisme yayasan.

IV. Manfaat Penggunaan KBLI bagi Yayasan

Memiliki Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang tepat memberikan banyak manfaat bagi yayasan, di antaranya:

1. Memenuhi Kewajiban Legalitas Usaha:

Yayasan yang memiliki KBLI diakui sebagai badan usaha yang sah dan legal oleh pemerintah. Hal ini penting untuk mendapatkan berbagai izin dan fasilitas dari pemerintah, seperti:

  • Izin usaha
  • Izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Akses ke program-program pemerintah
  • Kemudahan dalam melakukan kerjasama dengan pihak lain

2. Mempermudah Pelaporan Pajak:

Yayasan yang memiliki KBLI wajib melaporkan pajaknya kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. KBLI digunakan untuk menentukan jenis pajak yang harus dibayarkan oleh yayasan. Dengan memiliki KBLI yang tepat, yayasan dapat:

  • Melakukan pelaporan pajak dengan benar dan terhindar dari sanksi
  • Memperoleh kepastian hukum dalam hal perpajakan
  • Meningkatkan kredibilitas yayasan di mata pemerintah

3. Meningkatkan Kredibilitas dan Profesionalisme Yayasan:

Memiliki KBLI menunjukkan bahwa yayasan dikelola dengan baik dan profesional. Hal ini dapat:

  • Meningkatkan kepercayaan publik terhadap yayasan
  • Menarik lebih banyak donatur dan mitra
  • Mempermudah yayasan dalam mendapatkan pendanaan
  • Memperkuat citra yayasan sebagai organisasi yang terpercaya dan bertanggung jawab

4. Memperoleh Akses ke Data dan Informasi:

Pemerintah dan lembaga terkait menyediakan data dan informasi terkait dengan usaha berdasarkan KBLI. Dengan memiliki KBLI, yayasan dapat:

  • Memperoleh informasi tentang tren dan perkembangan di bidang usaha yang relevan
  • Memanfaatkan data dan informasi untuk mengembangkan strategi dan program yayasan
  • Meningkatkan peluang kerjasama dengan pihak lain

5. Memudahkan Pemantauan dan Evaluasi:

Pemerintah dan lembaga terkait melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap usaha berdasarkan KBLI. Dengan memiliki KBLI, yayasan dapat:

  • Memahami standar dan regulasi yang berlaku di bidang usaha yang relevan
  • Mempersiapkan diri untuk menghadapi proses pemantauan dan evaluasi
  • Meningkatkan kinerja dan akuntabilitas yayasan

Kesimpulan:

Memiliki Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang tepat memberikan banyak manfaat bagi yayasan. KBLI membantu yayasan dalam memenuhi kewajiban legalitas, mempermudah pelaporan pajak, meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme, memperoleh akses ke data dan informasi, serta memudahkan pemantauan dan evaluasi. Oleh karena itu, yayasan sangat dianjurkan untuk memiliki KBLI yang sesuai dengan kegiatan dan fokusnya.

V. Proses Pendaftaran KBLI untuk Yayasan

Proses pendaftaran KBLI untuk yayasan saat ini dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikelola oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Persiapan Dokumen

Sebelum mendaftarkan KBLI, yayasan perlu menyiapkan beberapa dokumen, antara lain:

  • Akta Pendirian Yayasan
  • Surat Keputusan Pengesahan Yayasan
  • NPWP Yayasan
  • Nomor Induk Berusaha (NIB) Yayasan (jika sudah memiliki)
  • Surat pernyataan kesanggupan memenuhi persyaratan
  • Dokumen lain yang dipersyaratkan (dapat berbeda-beda tergantung wilayah)

2. Pendaftaran Akun OSS

Yayasan yang belum memiliki akun OSS perlu mendaftarkan akun terlebih dahulu melalui https://oss.go.id/. Pastikan untuk menggunakan email dan nomor telepon yang aktif.

3. Login dan Buat Permohonan

Setelah memiliki akun OSS, yayasan dapat login dan membuat permohonan pendaftaran KBLI. Pilih menu “Perizinan Berusaha” -> “Daftar KBLI”. Isi formulir permohonan dengan lengkap dan benar, termasuk:

  • Nama yayasan
  • NIB yayasan
  • Kode KBLI yang ingin didaftarkan
  • Jumlah tenaga kerja
  • Lokasi usaha
  • Dokumen-dokumen yang diperlukan

4. Verifikasi dan Validasi

Sistem OSS akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap data dan dokumen yang diunggah. Jika data dan dokumen lengkap dan sesuai, maka permohonan akan disetujui.

5. Penerbitan Surat Keterangan Usaha (SKU)

Setelah permohonan disetujui, yayasan akan menerima Surat Keterangan Usaha (SKU) yang berisi informasi tentang NIB, nama yayasan, kode KBLI, dan lokasi usaha. SKU ini merupakan bukti bahwa yayasan telah terdaftar dan memiliki KBLI yang sah.

Tips:

  • Pastikan untuk membaca dengan seksama petunjuk dan panduan yang tersedia di sistem OSS sebelum memulai proses pendaftaran.
  • Siapkan semua dokumen yang diperlukan dengan lengkap dan benar.
  • Jika ada kendala atau kesulitan dalam proses pendaftaran, yayasan dapat menghubungi contact center OSS atau berkonsultasi dengan dinas terkait di daerahnya.

Catatan:

  • Persyaratan dan prosedur pendaftaran KBLI dapat berbeda-beda di setiap daerah. Oleh karena itu, yayasan dianjurkan untuk selalu mengecek informasi terbaru di website resmi OSS atau dinas terkait di daerahnya.
  • Saat ini, proses pendaftaran KBLI untuk yayasan di beberapa daerah masih dilakukan secara manual. Untuk informasi lebih lanjut, yayasan dapat menghubungi dinas terkait di daerahnya.

Kesimpulan:

Proses pendaftaran KBLI untuk yayasan saat ini dilakukan melalui sistem OSS. Yayasan perlu menyiapkan beberapa dokumen dan mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan. Dengan memiliki KBLI yang tepat, yayasan dapat memperoleh berbagai manfaat, seperti kemudahan dalam memenuhi kewajiban legalitas, pelaporan pajak, dan pengembangan usaha.

VI. Penutup

A. Ringkasan Poin-poin Penting Terkait KBLI untuk Yayasan

  • Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah sistem penggolongan lapangan usaha yang digunakan di Indonesia untuk mengklasifikasikan jenis usaha.
  • Yayasan wajib memiliki KBLI yang sesuai dengan kegiatan dan fokusnya.
  • Memilih KBLI yang tepat dapat memberikan banyak manfaat bagi yayasan, seperti:
    • Memenuhi kewajiban legalitas usaha
    • Mempermudah pelaporan pajak
    • Meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme yayasan
    • Memperoleh akses ke data dan informasi
    • Memudahkan pemantauan dan evaluasi
  • Proses pendaftaran KBLI untuk yayasan saat ini dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS).
  • Yayasan perlu menyiapkan beberapa dokumen dan mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan.

B. Penekanan pada Pentingnya Memahami dan Menggunakan KBLI dengan Tepat

KBLI merupakan aspek penting bagi yayasan untuk menjalankan kegiatannya secara legal dan profesional. Dengan memahami dan menggunakan KBLI dengan tepat, yayasan dapat memperoleh berbagai manfaat dan meningkatkan kredibilitasnya di mata publik dan pemerintah.

Kesimpulan:

Memahami dan menggunakan KBLI dengan tepat merupakan langkah penting bagi yayasan untuk menjalankan kegiatannya secara legal, profesional, dan akuntabel. Dengan memiliki KBLI yang tepat, yayasan dapat membuka peluang untuk berkembang dan mencapai tujuannya.

Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
WeCreativez WhatsApp Support
Customer Success
Fildy Consultant
Online
WeCreativez WhatsApp Support
Customer Success
Fildy Consultant
Online
Scroll to Top